Mungkin jika ada yang pernah membaca blog ini sebelumnya, pasti berpikir bahwa kisah cinta-Ku kok kelam terus ya.. hahaha
Well, i just want to share what happen with HTS tersebut dan apa yang akan kalian rasakan jika memang sedang mengalaminya sekarang.
Diawali dari ceritaku dahulu.
Saat itu aku memulai pertemanan yang sempat POSTPONED boleh dibilang. Pertemanan yang memang agak kurang bisa dipercaya sih. Kita adalah teman kecil yang dulunya bertetangga sebelah, setelah 20 tahun tidak pernah saling mengetahui satu sama lain, akhirnya dia muncul.
Pertemanan pun berlanjut, mulai dari tukar Id LINE dan Nomor Whatsapp. Setiap hari saling bertukar kabar, Hingga disaat aku telah menyelesaikan pendidikan di bangku perkuliahan, aku berniat untuk melakukan perjalanan kecil ke Kota Malang, dimana tujuan utamaku adalah untuk pergi ke gunung bromo. Well, to be honest. Bromo sebenarnya adalah tujuan dan impian alm. ayahku, aku sangat ingin meneruskan keinginan beliau. Disana juga aku bertemu dengan teman semasa kecil.
Tak panjang lebar..
Selama di Malang aku ditemani olehnya selain dari teman-temanku.
Disana juga aku merasakan hal yang berbeda, singkat cerita dia menunjukkan tingkah seolah seorang kekasih :), dan saat aku pulangpun banyak sekali pertanyaan didalam benak "apa yang dimaksud olehnya ? dia tidak menyatakan apapun", hingga diapun berkata "KITA INI NGGA PACARAN, DAN AKU G MAU PACARAN. TAPI KITA SALING PUNYA HUBUNGAN", "JAGA HATI YA", "JANGAN SELINGKUH, KAMU AKAN TAU BAGAIMANA AKU DISAAT KAMU LAKUKAN HAL ITU", mengucapkan kata-kata sayang. Yang akupun berpikir bahwa pertemuan kami sangat singkat. Apakah perasaannya itu benar? apakah hanya sementara ?
And, day by day
Aku merasakan adanya perubahan kecil, satu persatu. Dikala kata-kata manis pun tak tampak kembali, dikala tak saling bertukar kabar kembali, disaat sudah saling merasa lelah.
Aku yang bertanya "Apakah aku ada salah? Apa yang aku perbuat hingga dia seperti itu? Apakah aku terlalu kaku? Apakah perilakuku membosannya?"
Yang aku takut, aku takut berpikir jelek. Hingga aku bertekad untuk bercerita dengan teman dekat.
Ya, Kalian pasti tau bahwa tidak baik jika memendam masalah sendiri, meskipun telah meluapkan isi hati kepada Yang Maha Esa namun kita juga butuh teman agar dapat memberikan nasihat dan pendapat.
Apapun yang mereka katakan juga tidak sepenuhnya dapat aku terima. Aku masih ingin berbipikir positif saat itu, mungkin dia sedang sibuk, mungkin dia sedang ada masalah, mungkin dia sedang bosan, dan berbagai kata mungkin. Hingga merasa sesak sendiri. Hingga aku tak berani untuk bertanya.
Hai.. Hubungan Tanpa Status.
Kau itu bukan siapa-siapa, lantas apa hak ku untuk bertanya dan meluapkan segala isi hati ini??
Aku juga tidak mengerti TUJUAN dari HTS ini apa?. Disaat aku mampu untuk menjaga hatiku demi orang yang aku percaya. Tetapi lain halnya dengan diri-Mu wahai lelaki yang kini tak jelas siapa dirimu. Bagaimana dengan HATI-Mu sendiri?
Apa yang akan kalian lakukan jika tiba-tiba dia berubah begitu saja?
Ingin memaki ? Ingin meluapkan kata-kata kesal ? Ingin bertanya "HUBUNGAN KITA INI APA? AKU INI APA? KAU ITU SIAPA?"
Sayang sekali. Suatu saat kalian akan mendapatkan kata-kata yang mengecewakan.
KITA HANYA TEMAN DEKAT :)
Wahai pemilik hati. jika kau punya hati. sungguh tidak akan kau lakukan hal seperti itu.
Jangan kau gantung seperti ini. Sungguh wanita adalah hati yang lemah. dimana dapat dengan mudah sakit tanpa kalian sadari.
Ingin aku Tegas dan Tega terhadap diri sendiri.
Apa dayaku ? Apa yang harus aku tegaskan ? dari awal sudah jelas bawa kita hanyalah teman dekat, memang dapat dikatakan bawa i'm fallen for you and you are fallen for me. Memang, tidak semua rasa sayang itu harus kita ungkapkan dan juga harus saling memiliki. Tapi, apakah harus digantung ?